Pages

Kamis, 05 September 2013

TEORI AKUNTANSI EKUITAS part 2

EKUITAS
PERUBAHAN LABA DITAHAN
Kalau pemisahan antara transaksi modal dan transaksi operasi harus tetap dipertahankan, hanya terdapat 2 faktor utama yang mempengaruhi besarnya laba ditahan yaitu laba atau rugi periodic dan pembagian deviden. Laba yang dipindahkan dari aku laba rugi adalah laba yang merupakan selesih seluruh elemen transaksi operasi dalam arti luas yang disebut laba komrehesif. Transaksi lain yang dapat mempengaruhi laba ditahan adalah transaksi yang tergolong dalam transaksi modal yang diuraikan dalam pembahasan perubahan modal setoran. Pengaruh beberapa transaksi diatas langsung dimasukkan dalam laba ditahan dan tidak melalui statemen laba rugi periode terjadinya transaksi tersebut karena merupakan transaksi modal. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan laba ditahan pada suatu periode berubah selain karena transaksi modal tetapi karena transaksi khusus yaitu:
1.    Penyesuaian periode yang lalu
2.    Koreksi kesalahan dalam laporan keuangan sebelumnya
3.    Pengaruh perubahan akuntansi
4.    Kuasi reorganisasi
Penyesuaian Periode Lalu
Penyesuaian ini sering juga disebut dengan penyesuaian susulan. Penyesuaian periode lalu adalah perlakuan  terhadap suatu jumlah rupiah yang mempengaruhi operasi periode masa lalu bukan sebagai pengurang atau penambah perhitungan laba tahun sekarang tetapi sebagai penyesuaian tehadap laba ditahan awal periode sekarang, sebagai contoh perusahaan yang pada periode lalu dituntut unutk mengganti rugi sejumlah uang tertentu karena dituduh melanggar hak paten perusahaan lain. Baru pada periode sekarang dapat dipastikan bahwa perusahaan harus membayar ganti rugi sejumlah tertentu. Jumlah tersebut harus diperlakukan sebagai rugi bagi perusahaan. Rugi tersebut diakui sebagai penyesuaian terhadap laba bersih peiode lalu ketika peristiwa yang menyebabkan rugi tersebut terjadi.
Beberapa pendapat ada yang mendukung dan ada yang menolak perlakuan rugi tersebut sebagai penyesuaian periode lalu, pihak yang mendukung beragumen sebagai berikut:
1.    Laba akan menjadi lebih berarti kalau rugi yang timbul akibat kejadian masa lalu dilaporkan sebagai elemen laba rugi periode yang bersangkutan. Memasukkannya sebagai elemen laba rugi periode sekarang akan menimbulkan distorsi pelaporan laba periode sekarang.
2.    Pelakuan semacam ini menggambarkan penerapan penandingan pendapatan dan biaya yang tepat.
Sementara pihak yang menolak mengajukan argumen sebagai berikut:
1.    Semua pendapatan untung biaya dan rugi yang berkaitan dengan kegiatan menghasilkan pendapatan harus dilaporkan dalam statement laba rugi. Kalau rugi diberlakukan sebagai penyesuaian periode lalu maka jumlah tersebut tidak akan pernah masuk dalam riwayat laba perusahaan ini berarti daya melaba jangka panjang tidak dapat digambarkan secara lengkap.
2.    Pemakaian laporan kemungkinan besar tidak akan pernah mengetahui bahwa rugi tertentu pernah dialami oleh perusahaan kalau jumlah tersebut tidak dimasukkan dalam statement laba rugi.

TEORI AKUNTANSI EKUITAS part 1

EKUITAS
Istilah modal sering digunakan pula sebagai padan kata equity walaupun modal lebih dekat maknanya dengan istilah capital. Karena ekuitas mengandung unsur pemilikan (ownership), untuk organisasi nonprofit ekuitas disebut sebagai aset bersih (net assets) untuk menghindari kesan adanya pemilikan.
            Karena konsep kesatuan usaha yang memisahkan antara manajemen dan pemilikan, informasi tentang ekuitas pemegang saham menjadi sangat penting karena hal tersebut menunjukan hubungan antara perusahaan (perseroan) dengan pemegang saham. Dari sudut pemegang saham, ekuitas pemegang saham merupakan hak atas kekayaan atau nilai yang tertanam dalam perseroan. Kalau dipandang dari sudut kesatuan usaha, ekuitas pemegang saham merupakan “utang” perseroan kepada para pemegang saham. Oleh karna itu, ekuitas pemegang saham dapat juga dipandang sebagai gambaran hubungan yuridis antar perseroan dan pemegang saham. Dengan kedudukannya yang demikian persoalannya adalah bagaimana melaporkan atau menyajikan informasi elemen ini agar hubungan tanggung jawab yuridis dapat dipertahankan.
Ekuitas pemegang saham itu sendiri terdiri atas dua komponen penting yaitu modal setoran (paid-in atau contributed capital) dan laba ditahan (retained earnings). Sebagai pasangan modal setoran, laba ditahan dapat disebut sebagai modal bentukan atau ciptaan (earned capital).
1.      Pengertian
Menurut PSAK (2002) pasal 49, ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas didefinisi sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomik masa datang. Karena didefinisi atas dasar aset dan kewajiban, nilai ekuitas juga bergantung pada bagaimana aset dan kewajiban diukur.
Atas dasar konsep kesatuan usaha, kreditor dan pemegang saham sama-sama mempunyai klaim atau hak untuk dilunasi atas dana yang ditanamkan dalam perusahaan. Namun kreditor dan pemegang saham memiliki perbedaan sbb:
  1. Hak-hak masing-masing pihak atas penyelesaian klaim
Klaim kreditor terbatas jumlahnya dan harus diselesaikan pada tanggal tertentu sementara klaim pemegang saham merupakan jumlah residual dan tidak harus diselesaikan atau dilunasi pada tanggal tertentu
.
  1. Hak penggunaan aset dalam operasi
Kreditor pada umumnya tidak mempunyai akses dan kendali dalam penggunaan aset perusahaan. Mereka juga tidak mempunyai hak dalam pengambilan keputusan operasi perusahaan secara langsung. Di lain pihak, pemilik (khusunya dalam perusahaan perseorangan) mempunyai akses, hak, dan autoritas untuk menjalankan perusahaan dan menggunakan atau mengendalikan aset.
  1. Substansi ekonomik perjanjian
Kreditor berhak atas pelunasan sedangkan pemegang saham berhak atas pembagian laba (residual). Jadi, secara substansi ekonomik, kreditor menanggung risiko lebih besar sehingga berhak atas kembalian (rate of return) yang bervariasi melalui pembagian laba (participation in profits).
Komponen Ekuitas Pemegang Saham
            Dari segi riwayat terjadinya dan sumbernya, ekuitas pemegang saham diklasifikasi atas dasar dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan. Modal setoran dipecah menjadi modal saham (capital stock) sebagai modal yuridis (legal capital) dan modal setoran tambahan (additional paid-in capital), dan komponen lain yang merefleksi transaksi pemilik (misalnya saham treasuri atau modal sumbangan).

            Komponen lain terdiri dari pos-pos yang tidak teapt dimasukkan dalam komponen modal setoran atau laba ditahan tetapi sering diklasifikasikan sebagai pos ekuitas pemegang saham. Pos-pos inni misalnya untung penahanan belum terealisasi, penyesuaian kapital belum terealisasi lainnya, selisih revaluasi dan hak pemegang saham minoritas. Gambar komponen ekuitas dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Silahkan klik link ini untuk mendapatakan yang lebih lgkap
smoga bermanfaat iyaahh...

TEORI AKUNTANSI " Biaya "

BIAYA
Pengertian
Biaya tidak dapat dipisahkan dengan pengertian kos, asset, biaya, dan rugi. Dalam pengertian SFAC No. 6, FASB mendefinisikan biaya dan rugi sebagai berikut :
Expenses are outflows or other using up of asset or incurrence of liabilities (or combination      of both) from delivering or producing goods, rendering services, or carrying out other activities that constitute the entity’s ongoing major or central operations.(prg.80).
Beban adalah arus keluar atau menggunakan atas aset atau timbulnya kewajiban (atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, memberikan jasa, atau melakukan kegiatan lain yang merupakan operasi yang sedang berlangsung entitas besar atau pusat. (Prg.80).
Losses are decreases in equity (net asset) from peripheral or incidental transaction of an entity and from all other transaction and other events and circum stances affecting the entity axcept those that result from expenses or distribution to owners (prg.83).
Kerugian adalah penurunan ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi perifer atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi lain dan acara lain dan sikap sirkum mempengaruhi axceptthose entitas yang dihasilkan dari beban atau distribusi kepada pemilik (prg.83).
Kalau kewajiban merupakan bayangan cermin aset, definisi pendapatan oleh FASB diatas merupakan lawan atau kebalikan dari definisi pendapatan. Pendapatan arahnya masuk, sedangkan biaya arahnya keluar kesatuan usaha. APB mendefinisi biaya sebagai kebalikan pendapatan sebagai berikut (APB Statement No. 4, prg. 134)
Expenses-grosss decrease in asset or gross increases in liabilities recognized and measured in conformity with generally accepted principles that result from those type of profit-directed activities of an enterprise that can change owners equtity.
Beban-grosss penurunan aset atau kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan diukur sesuai dengan prinsip yang berlaku umum bahwa hasil dari orang-orang jenis kegiatan laba-diarahkan dari perusahaan yang dapat mengubah equtity pemilik.
APB selanjutnya menjelaskan bahwa sepertipendapatan, biaya hanya timbul dalam kaitannya dengan aktivitas penciptaan laba yang menagkibatkan perubahan ekuitas. Pengiriman barang dalam transaksi penjualan merupakan biaya karena hasil bersih penjualan tersebut adalah perubahan ekuitas. Dilain pihak, timbulnya kewajiban untuk pembelian asset bukan merupakan biaya karena ekuitas tidak dapat berubah pada saat pembelian tersebut. Dengan makna yang hampir sam, IAI mendefinisikan biaya dalamSAK(2002) sebagai berikut :
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibtkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

Karakteristik Biaya
Ingin tau lebih lengkap mengenai pembahasan ini??
langsung saja download di http://www.4shared.com/file/qZ8QwjlC/biaya.html
smoga bermanfaat iy :)

Rabu, 04 September 2013

TEORI AKUNTANSI ASET part 3

Karena pembahasan tentang aset sangatlah banyak, maka saya membaginya ke dalam tiga bagian. Klo di part 1 dan 2 kita membahas tentang :
A.    Pengertian dan Karakteristik Aset
B.     Pengertian, Pengukuran, Pengakuan, Penyajian dan Pengungkapan :
1.      Persediaan
2.      Properti, Pabrik dan Peralatan
3.      Penurunan Nilai
4.      Biaya Pinjaman
5.      Sewa Guna Usaha
6.      Instrumen Keuangan
maka untuk part 3 ini kita akan membahas instrumen2 aset yang lainnya.
1.      Investasi Pada Entitas Asosiasi (PSAK 15/ IAS 28)
PSAK 15 vs IAS 28
Pengertian
PSAK 15
Entitas asosiasi adalah suatu entitas termasuk entitas nonkorporasi seperti persekutuan, dimana investor mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan enitas anak ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama.
Metode ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan unntuk perubahan pascaperolehan dalam bagian investor atas aset neto investee.
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapii tidak mengendalikan bersama atass kebijakan tersebut.
IAS 28
Asosiasi adalah entitas di mana investor mempunyai pengaruh yang signifikan, akan tetapi tidak mempunyai kendali bersama.
Metode ekuitas adalah suatu metode akuntansi di mana investasi pada entitas asosiasi untuk pertama kali dibukukan menurut beban perolehannya dan selanjutnya disesuaikan untuk mencerminkan bagian investor dari aset bersih entitas asosiasi.
Pengaruh yang signifikan adalah kekuatan untuk berpartisipasi di dalam proses pengambilan keputusan kebijakan operasi daripada suatu entitas, tetapi tanpa mempunyai kendali atau kendali bersama atas kebijakan kebijakan yang dimaksud.
Metode Ekuitas
Tidak terdapat perbedaan mengenai metode ekuitas ini pada IAS 28 ataupun PSAK 15.
Metode ekuitas adalah metode akuntansi di mana investasi investasi pada pada awalnya awalnya diakui diakui sebesar sebesar biaya biaya perolehan. Ditambah atau dikurangi untuk mengakui bagian laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan. Pengakuan atas pendapatan komprehensif investee diakui sebagai pendapatan komprehensif dan kenaikan investasi pada pembukuan investor. Distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Hak suara  potensial tidak mempengaruhi bagian laba investor.
Metode Pencatatan
Untuk pembahasan yg lebih lengkap mengenai ASET part 3 ini silahkan langsung saja download di http://www.4shared.com/office/LCmlKKOp/aset_3.html.
Smoga bermanfaat iy, :)

Senin, 02 September 2013

Teori Akuntansi "Aset part 2"

Kalau di aset part 1 kita membahas tentang:
A.    Pengertiang dan Karakteristik Aset
B.     Pengertian, Pengukuran, Pengakuan, Penyajian dan Pengungkapan :
1.      Persediaan
2.      Properti, Pabrik dan Peralatan

3.      Penurunan Nilai

Maka, sekarang di postingan selanjutnya kita akan melanjutkan ke aset2 selanjutnya.
Biaya Pinjaman
Pengertian
IAS 23
Biaya pinjaman. Bunga dan biaya lain yang terjadi oleh suatu entitas dalam hubungannya dengan dana pinjaman. Asset kualifikasi. Suatu asset yang mengambil periode waktu yang substansial untuk siap guna dijual atau digunakan.
PSAK 26
Aset kualifikasian (qualifying asset) adalah aset yang membutuhkan suatu periode waktu yang substansial agar siap untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya. Biaya pinjaman adalah bunga dan biaya lain yang ditanggung entitas sehubungan dengan peminjaman dana.
(PSAK 26 )
Mau lebih lengkap?
klik link ini aj http://www.4shared.com/office/-_MXrnYA/aset_2.html

Teori Akuntansi "Aset part 1"

ASET
Aset merupakan elemen neraca yang akan membentuk informasi semantik berupa posisi keuangan bila dihubungkan dengan elemen yang lain yaitu kewajiban dan ekuitas.
a.      Pengertian dan Karekteristik Aset
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari aset itu sendiri,yaitu :
1.      FASB mendefinisikan aset dalam rerangka konseptual sebagai berikut (SFAC No. 6, prg 25):
Aset are probable future economic benefits obtained or controlled by a particular entity as a result of past transactions or events.

( Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu ).

2.      IASC mendefiniskan sebagai berikut :
An asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past event from wich future economic benefit are expeced to flow to enterprise.

3.      Dalam Statement of Accounting Concept No. 4, Australian Accounting Standar Board (AASB) mendefinisikan aset sebagai berikut :
Asset are service potential or future economic benefit controlled by the reportimg entity as a result of past transaction or the past events.

4.      Definisi yang menggabungkan makna, pengukuran dan pengakuan diajukan oleh APB dalam APB No. 4 sebagai berikut :
Asset-economic resource of an enterprise that are recognized and measured in connformity with generall accepted accounting prinsipleas. Asset also include certain deferred charges that are not resource but that are recognized and measured in conformity  with generally accepted accounting principle.

Definisi FASB dan AASB cukup luas dibandingkan dengan definisi yang lain karena aset disifati sebagai manfaat ekonomik dan bukan sebagai sumber ekonomik karena manfaat ekonomik tidak membatasi bentuk atau jenis sumber ekonomik yang dapat dimasukan sebagai aset. Definisi tersebut tidak membedakan antara aset real dan aset finansial dan antara sumber ekonomik dan non-sumber ekonomik.
APB dan Ijiri mendefinisikan aset sebagai sumber ekonomik karena adanya unsur kelangkaan sehingga suatu entitas harus mengendalikannya dari akses pihak lain melalui transaksi ekonomik. APB juga membedakan aset menjadi sumber ekonomik dan non-sumber ekonomik. APB No. 4 merinci aset yang digolongkan sebagai sumber ekonomik sebagai berikut :
1.      Sumber produktif
a.       Sumber produktif kesatuan usaha yang meliputi bahan baku, gedung, pabrik, perlengkapan, sumber alam, paten dan semacamnya, jasa, dan sumber lain yang digunkan dalam produksi barang dan jasa.
b.      Hak kontraktual atas sumber produktif meliputi semua hak untuk menggunakan sumber ekonomik pihak lain dan hak untuk mendapatkan barang atau jasa dari pihak lain.
2.      Produk yang merupakan keluaran kesatuan usaha terdiri atas :
a.       Barang jadi yang menunggu penjualan.
b.      Barang dalam proses.
3.      Uang
4.      Klaim untuk menerima uang.
5.      Hak kepemilikan atas investasi pada perusahaan lain.
Dengan berbagai jenis perbedaan di atas, maka oada dasarnya dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi agar suatu objek atau pos dapat disebut aset yaitu : (a) manfaat ekonomik masa datang yang cukup pastin, (b) dikuasai atau dikendalikan oleh entitas, dan (c) timbul akibat transaksi masa lalu.
Mau tau selengkapnya tentang aset dari berbagai buku sumber??
Silahkan klik link di bawah ini. smoga bermanfaat.. :)
http://www.4shared.com/office/ThYWwgcS/aset_1.html

Teori Akuntansi "Pendapatan"

Di dalam dunia akuntansi kita mengenal ada 5 laporan keuangan, salah satunya adalaha laporan laba rugi komprehensif. Salah satu akun penting dalam laba rugi komprehensif tersebut adalah pendapatan. Jika teman teman ingin mendapatkan ilmu tentang pendapatan tersebut silahka aj klik link di bawah ini, Insya ALLAH lengkap. semoga bermanfaat iy :) http://www.4shared.com/office/5xJOLfWF/pendapatan.html